Postingan

Menampilkan postingan dengan label Institut Ibu Profesional

Pekan Kedua yang Mulai Berani

Bismillah... Kali ini pekan kedua bagi saya mengampuh di kelas Matrikulasi Koordinator Reguler. Jika pekan pertama kelas masih malu-malu dan cenderung sepi, kali sudah ada dua - tiga peserta yang mulai berani tampil. Bagi saya ini kemajuan yang luaaar biasa. Pekan kedua ini Materinya adalah Menjadi Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga. Hmmm, Ibu mana sih yang tak ingin menjadi kebanggaan keluarga? Siapa sih yang tak ingin menjadi Ibu Profesional? Saya yakin, semua Ibu ingin menjadi Ibu Profesional ... Semua Ibu ingin menjadi kebanggaan keluarga. Materi pekan kedua ini sungguh merupakan pengingat bagi diri saya sendiri. Kembali melihat Checklist indikator sebagai pribadi, sebagai istri dan sebagai Ibu. Ah, betapa memang sebagai manusia biasa kita sering lupa dan lalai. Butuh sesuatu untuk menjadi pengingat, salah satu pengingat yang baik adalah dengan menjadi fasilitator seperti saat ini. Belajar lagi. Membaca setiap NHW yang yang disetorkan oleh teman-teman membuat saya terharu s...

Pekan Pertama yang Malu-Malu

Bismillah ... Ini adalah amanah kesekian yang dipercayakan kepada saya. Yup, menjadi salah seorang fasilitator di Institut Ibu Profesional. Beberapa teman, mungkin amanah ini merupakan amanah kedua atau ketiga, namun bagi saya ini adalah kali pertama saya menjadi fasilitator. Fasilitator para Bunda untuk mencapai tujuan hidupnya. Menjadi fasilitator adalah hal yang sangat menantang bagi saya, ditambah lagi kelas yang saya ampuh juga sangat luaaar biasa. Saya diberi amanah untuk mengampuh kelas Matrikulasi Koordinator Reguler. Ini luaaar biasa sekali tantangannya. Kenapa? Karena di kelas ini isinya adalah para pengurus Ibu Profesional Kota yang tentunya punya banyak aktivitas. Masya Allah, para Bunda disini memang luar biasa, ditengah-tengah kesibukannya mengurus komunitas dan keluarga para Bunda ini masih bersedia meluangkan waktu untuk terus mengupgrade dirinya, belajar tanpa henti. Terharuuu ... Namun, karena kelas ini sangat istimewa maka effort yang digunakan juga harus cukup...

Genk A Goes To Batu-Malang

Gambar
Bismillah ... Oke, kali ini saya mau cerita sedikit tentang perjalanan Genk A ke Batu-Malang. Ini adalah salah satu Family Project per dua tahunan kami, hehe ... Family Project Genk A sebenarnya banyak sekali, bahkan (Alhamdulillah) sudah ada yang menjadi kebiasaan di keluarga kami, yeaay ... Ide family project dikeluarga kami sangat sederhana. Sesuai dengan nasihat Aa Gym, dimulai dari hal kecil dan dimulai dari diri sendiri. Begitupun kami. Mini Family Project kami antara lain disiplin tidur tepat waktu dan bangun lebih awal, hehe... Sangat sederhana bukan? Yup, kami yakin melakukan hal-hal kecil secara konsisten akan memberi dampak yang besar dikemudian hari. Kembali ke Lap-Top (eeeaaa ...) Ini jalan-jalan ke dua kalinya dikeluarga kami. Jadi, setelah berkecimpung diperkuliahan IIP sekarang dikeluarga kami selalu mengedepankan "Family Forum" yang anggota Ibu Profesional pasti sudah tidak asing dengan istilah "Family Forum" , iya kan? 😁 Termasuk dengan ...

AHA!Yuk, Beri Anak Kesempatan

Gambar
Pengertian  Kemandirian  menurut Masrun (1986:8),  kemandirian  adalah suatu sikap yang memungkinkan seseorang untuk bertindak bebas, melakukan sesuatu atas dorongan sendiri dan untuk kebutuhannya sendiri tanpa bantuan dari orang lain, maupun berpikir dan bertindak original/kreatif, dan penuh inisiatif, mampu mempengaruhi . Kalau membahas Bab Kemandirian, ingatan saya langsung melayang kebeberapa tahun yang lalu. Betapa dulu ketika saya masih terkena badai parenting, "syndrom kompleks"-bersaing antara ibu ibu tetangga tentang tumbuh kembang anak. Masa-masa itu membuat saya selalu "memaksa" anak saya untuk bisa melakukan sesuatu sesuai standart orang lain. Hal itu membuat saya tertekan, begitu pun dengan anak saya. Memaksa anak lulus toilet training, bisa makan sendiri, bisa mandi sendiri, dan serangkaian hal lainnya yang selalu saya paksakan ke anak. Alhamdulillah, bertemu dengan IIP dan belajar di Kelas Bunda Sayang membuka mata saya tentang Kemandirian. Di...

Mengapa Saya Harus Menjadi Fasilitator?

FASILITATOR Satu kata ini maknanya daleeeem banget. Yup, kata "fasilitator" ini kian akrab terdengar ditelinga saya sejak bergabung di Institut Ibu Profesional. Padahal tanpa kita sadari, sebenarnya dalam keseharian pun kita menjadi fasilitator..baik itu menjadi fasilitator bagi anak, fasilitator bagi suami, dan bahkan menjadi fasilitator untuk orang-orang disekitar kita. Bagi saya fasilitator adalah orang yang membersamai, memotivasi, mengantar dan melayani orang lain untuk menemukan dan mencapai tujuan hidupnya. Fasilitator berperan penting dalam perjalanan hidup seseorang. Bukankah sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya? Secara tidak langsung, siap tidak siap.. kita tentunya pernah menjadi "fasilitator" dalam kehidupan. Namun, bagi saya seiring perjalanan waktu..tentunya mental kita akan semakin peka dan terlatih untuk menjadi seorang fasilitator dalam kehidupan. Seperti saya saat ini, dengan modal kesabaran dan pengalaman-pengal...

Bermain Dakon

Gambar
Hari ini Aliyah hanya bermain di rumah. Emak pun mencoba memperkenalkan permainan tradisional, kali ini pilihannya adalah Dakon. Bermain dakon ini juga bisa mengajarkan berhitung kepada Aliyah. Meskipun masih sangat sederhana, tetapi lumayanlah Aliyah jadi tahu berhitung dan membagi-bagi biji dakon. Waktu kecil sayapun pernah bermain dakon. Menurut saya, main dakon menyenangkan karena untuk memainkan ini kita perlu partner sekaligus lawan. Belajar, taktik dan strategi juga dibutuhkan agar kita memenangkan permainannya. Mengajarkan main dakon ke Aliyah bukan saja tentang mengenalkan permainan tradisional namun juga menjadi sarana nostalgia emak, hehe.. mengingatkan emak bahwa sudah cukup lama emak tidak bermain lagi...

Jalan Angka

Gambar
Hari ini Aliyah belajar mengenal angka. Kebetulan kami mempunyai printable angka. Jadilah kami melakukannya sambil bermain. Caranya bagaimana?? 😁 Printable angka tersebut kami jadikan sebagai "jalan" kemudian Aliyah menjalankan mobilnya diatas angka tersebut. Hal ini juga melatih Aliyah menulis angka yeeay.. 😊

Matematika di Sampul Buku

Gambar
Hari ini Aliyah bersama emak bebikinan sampul buku. Bahan-bahannya dari kain flanel.. Agar sampul bukunya makin cantik, kamipun cari-cari ide mempercantik. Lalu Aliyah memilih gambar rumah untuk hiasan di sampul bukunya. Nah, sekalian aja emak mengajarkan bentuk-bentuk seperti segitiga, persegi dan lingkaran. Emak menjelaskan secara mudah kenapa disebut segitiga karena mempunyai 3 sisi..1...2...3... 😊 Kenapa disebut segi empat dan lingkaran... Alhamdulillah, Aliyah dapat sampul buku + dapat ilmu matematika juga, yeeay...

Tik..Tok..Tik..Tok...

Gambar
Hari ini Aliyah senang sekali bisa berkumpul bersama teman-teman dari komunitas Pancar. Kumpul-kumpul kali ini kita seru-seruan bebikinan Marble Paper dan jam dinding dari kardus bekas...yeay... Aliyah senang sekali.😊 Nah, mumpung bebikinan jam dinding, emak pun sekalian ngajarin Aliyah tentang komponen jam, yaitu ada dua belas angka, ada 3 jarum yang terdiri dari detik-menit-jam. Selain itu Aliyah pun menyebutkan satu persatu angka yang ada pada komponen jam, mulai angka 1 hingga 12. Setelah angka-angka ditempel, kemudian diwarnain.. Wuaj, jam dinding hasil karya Aliyah dan emak sudah jadi..haha.. sambil bebikinan, dapat jam, dapat ilmu matematika dan dapat bahagianya...Alhamdulillah 😊🙏

Kami Makin Dekat karena.....

Bismillahirrahmanirrahim... Jika mendengar atau membaca kata "Keluarga", apa yang ada dipikiran kita? Mungkin ada yang langsung terbesit bahwa keluarga itu adalah ayah, ibu, anak.. atau bahkan mungkin langsung kepikiran baliho iklan perumahan elit..hehe.. Well, apapun pikiran kalian tentang "keluarga" yang pasti "keluarga" adalah orang terdekat kita dan kita ingin menghabiskan sisa hidup kita dengan "keluarga". Bagaimana agar kehidupan ber-"keluarga" bisa makin menyenangkan? Yup, hal penting dan utama dalam Keluarga adalah "Komunikasi" 😊 Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Komunikas i adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Well, kata kuncinya "dapat dipahami" . Di keluarga kecil kami, sebenarnya sudah sering melakukan family forum . Tetapi, setelah saya mengikuti kelas BunSay IIP dan salah satu tema belajarnya adalah...